PSI Samarinda Gelar Diskusi “Perempuan Bekerja, Perempuan Bertahan”, Tekankan Pentingnya Kesehatan Mental

SAMARINDA, jendelakaltim.id – DPD PSI Kota Samarinda menciptakan ruang diskusi hangat bagi kaum perempuan melalui acara Ngobrol Santai bertajuk “Perempuan Bekerja, Perempuan Bertahan”. Agenda ini dilaksanakan di Sekretariat Koperasi Produsen Harlene Crochet Sejahtera, Jalan Bung Tomo No.59, Sungai Keledang, pada Minggu (3/5/26).
Acara yang dihadiri oleh berbagai komunitas pemberdayaan perempuan dan pelaku UMKM ini menghadirkan psikolog untuk mengupas tuntas tantangan mental yang dihadapi perempuan dalam menjalankan peran gandanya di tengah masyarakat.
Ruang Aman bagi Perempuan
Fransisca Debi Oktavia, psikolog yang hadir sebagai narasumber, menjelaskan bahwa format acara sengaja dibuat santai agar para peserta merasa nyaman untuk terbuka.
”Sebenarnya hari ini kegiatan kita lebih ke ngobrol santai jadi ini bukan seminar, bukan ceramah tapi kita kayak memberikan semacam ruang aman buat para ibu-ibu ini, lebih sadar tentang kesehatan mentalnya dan sedikit kayak memberikan teknik untuk relaksasi aja,” ujar Deby.
Ia juga mengingatkan pentingnya memvalidasi emosi diri, terutama rasa lelah yang seringkali dipendam demi tuntutan pekerjaan atau keluarga.
”Saya sampaikan kita tidak boleh mengabaikan perasaan kita apapun itu mungkin rasa lelah, stres dan segala sesuatu yang muncul sebagai akibat kita suka memendam atau mengecilkan masalah kita,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Sekretaris DPD PSI Samarinda, Yulisa Wineyni, menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal untuk merangkul perempuan di berbagai sektor kerja, termasuk UMKM.
”Kita mencoba mengakomodir perempuan-perempuan yang bekerja. Walaupun dalam sektor yang kecil maupun sektor yang besar, kegiatan ini akan berkelanjutan. Jadi kita akan menyasar UMKM atau usaha-usaha wanita yang lainnya,” ungkap Yulisa.
Menurutnya, tujuan utama dari inisiatif ini adalah memberikan dukungan moril dan strategis agar perempuan tetap berdaya dan bertahan menghadapi tantangan ekonomi maupun sosial. “Tujuan utamanya adalah mensupport para wanita yang bekerja,” tegasnya.
Kehadiran narasumber ahli mendapat apresiasi tinggi dari para peserta. Herlina, Ketua Komunitas Herlene Crochet, mengungkapkan bahwa banyak anggotanya yang bergabung memang mencari komunitas sebagai tempat berbagi.
”Hari ini kita kumpul untuk sharing, ada ibu-ibu rumah tangga dan UMKM pemula juga ada, rata-rata tujuan masuknya mereka ke komunitas kami ingin membuang kejenuhan. Makanya dengan adanya materi hari ini dari PSI sangat bermanfaat untuk ibu-ibu,” pungkas Herlina.
Melalui diskusi ini, diharapkan para perempuan di Samarinda, khususnya di wilayah Samarinda Seberang, lebih sadar akan kesehatan mental mereka sembari terus produktif dalam menggerakkan roda ekonomi lokal. (rez)



