Peran Yayasan Jantung Indonesia Didorong Perkuat Literasi Kesehatan

SAMARINDA, jendelakaltim.id – Pelantikan pengurus Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Kalimantan Timur menjadi momentum penting dalam upaya memperkuat gerakan promotif dan preventif di bidang kesehatan. Pemerintah Provinsi Kaltim menilai keberadaan YJI memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan jantung dan deteksi dini.

Dalam acara pelantikan yang digelar di Aula Kadrie Oening Tower, Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menegaskan, kolaborasi YJI dengan pemerintah daerah harus semakin kuat. Ia menyampaikan, edukasi kesehatan khususnya terkait kesehatan jantung, merupakan kunci agar membangun masyarakat yang lebih sehat.

“Kami percaya bahwa keberadaan YJI Kalimantan Timur akan memberikan peran besar dalam membangun masyarakat yang lebih sehat dan lebih baik di masa mendatang. Pelantikan ini baru langkah awal, dan setelah ini YJI harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi seluruh masyarakat Kalimantan Timur,” ujarnya.

Selain itu, Wagub Seno Aji menyoroti pentingnya meningkatkan literasi kesehatan di tengah masyarakat. Ia menilai masih banyak warga yang belum memahami cara mendeteksi dini risiko penyakit jantung, padahal hal tersebut sangat menentukan keselamatan seseorang di masa depan. Program senam jantung sehat, kampanye pola hidup sehat, hingga pemeriksaan kesehatan gratis disebutnya sebagai upaya yang harus diperluas.

Ia juga menegaskan, langkah promotif ini sejalan dengan program nasional Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang mengedepankan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat. Menurutnya, pemeriksaan dini seperti medical check-up wajib dilakukan secara rutin agar risiko penyakit dapat diketahui sejak awal.

Dirinya menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital untuk penyebaran edukasi kesehatan. Dengan perkembangan digital di Kaltim, ia menilai YJI memiliki peluang besar memperluas jangkauan informasi hingga ke kabupaten/kota.

Pada kesempatan tersebut, ia menyampaikan, peningkatan usia harapan hidup masyarakat Kaltim yang kini mencapai 79 tahun merupakan bukti, program kesehatan berjalan di jalur yang tepat. Namun, ia mengingatkan bahwa capaian tersebut harus dijaga dengan memperkuat peran lembaga kesehatan seperti YJI. (adp)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button