Gudang Bulog Baru Jadi Kunci Stabilitas Beras di Kaltim

SAMARINDA, jendelakaltim.id – Rencana pembangunan empat gudang Bulog di Kalimantan Timur dianggap menjadi langkah penting pemerintah daerah agar memperkuat ketahanan pangan, sekaligus menjawab tantangan distribusi beras yang selama ini membebani masyarakat di sejumlah kawasan terpencil. Langkah ini dinilai bukan sekadar pembangunan infrastruktur, namun strategi komprehensif untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan.

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menyebut pembangunan gudang merupakan kebutuhan mendesak, terlebih saat Kaltim bersiap menghadapi peningkatan kebutuhan pangan seiring bertambahnya populasi dan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Menurutnya, ketahanan pangan tidak dapat dijaga hanya dengan pasokan, tetapi juga dengan kesiapan infrastruktur penyimpanan yang tepat.

“Gudang-gudang ini bukan hanya tempat menyimpan beras, tetapi fondasi distribusi pangan agar masyarakat tidak mengalami kekurangan pasokan,” jelasnya, Jumat (5/12/25).

Seno menilai daerah-daerah dengan akses terbatas seperti Mahakam Ulu paling merasakan dampak kurangnya infrastruktur pangan. Ketergantungan pada cuaca dan pengiriman jalur sungai membuat harga beras di beberapa wilayah mudah bergejolak. Dengan adanya gudang Bulog yang lebih dekat, risiko keterlambatan pasokan dapat ditekan.

Selain itu, pembangunan gudang diprediksi membawa dampak ekonomi yang lebih luas. Efisiensi distribusi akan menurunkan biaya logistik yang selama ini menjadi penyebab harga beras melonjak di pedalaman. Pemerintah berharap keberadaan gudang dapat menciptakan stabilitas harga yang lebih merata antara kota dan desa.

“Kalau distribusi berjalan lancar, harga pun lebih terjaga. Masyarakat tidak perlu khawatir kekurangan pasokan,” tambahnya.

Usulan pembangunan gudang di empat titik Kaltim sejalan dengan program nasional Bulog yang menargetkan 100 gudang baru di Indonesia. Pemerintah provinsi mengaku sudah menyiapkan dasar perencanaan dan akan terus berkoordinasi dengan Bulog agar pembangunan tidak tertunda.

Ia menekankan, ketahanan pangan adalah isu strategis yang membutuhkan dukungan semua pihak, terutama di provinsi dengan kondisi geografi seluas Kaltim.

“Kaltim harus siap menghadapi dinamika kebutuhan pangan. Gudang Bulog adalah investasi jangka panjang untuk kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. (adp)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button