Kaltim Percepat Penyelesaian Internet Desa Awal 2026

SAMARINDA, jendelakaltim.id – Upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memperluas konektivitas digital melalui program Internet Desa menghadapi sejumlah tantangan di lapangan. Meski progres instalasi telah mencapai 89 persen dari target 841 desa, pemerintah mengakui masih terdapat gangguan serta hambatan geografis yang membuat penyelesaian tidak merata di setiap titik.
Menurut laporan terkini yang diterima pemprov, beberapa lokasi mengalami gangguan teknis, sementara titik-titik terakhir yang dikerjakan berada di wilayah paling sulit dijangkau. Kondisi tersebut menyebabkan fluktuasi progres harian dan menuntut penanganan lebih detail. Pemerintah telah menjadwalkan monitoring dan evaluasi pada Januari 2026 untuk meningkatkan kualitas jaringan.
Seno Aji, Wakil Gubernur Kaltim, menegaskan komitmen pemerintah melakukan perbaikan.
“Jika kualitas tidak sesuai standar, kita siap mengganti penyedia demi layanan yang optimal,” ujarnya, Rabu (10/12/25).
Program Internet Desa sendiri menggunakan beragam pendekatan teknologi untuk mengatasi tantangan medan Kaltim. Fiber optic diterapkan di area yang memungkinkan, sementara wireless digunakan untuk desa-desa yang jalurnya tidak memungkinkan penanaman kabel.
Untuk wilayah paling terpencil digunakan satelit, termasuk Starlink yang mencakup 30 titik pemasangan. Setiap kecamatan juga dibekali teknisi UMS yang bertanggung jawab terhadap operasional dan perawatan jaringan.
Dari sisi kinerja pemasangan, data menunjukkan variasi capaian antarwilayah. Kutai Kartanegara memimpin dengan pemasangan di 187 dari 193 desa, diikuti Kutai Barat 142 dari 190 desa, dan Kutai Timur 135 dari 139 desa. Sebaliknya, Mahakam Ulu baru mencapai 20 desa dari total 50 yang ditargetkan, menunjukkan tantangan besar di wilayah pedalaman.
Sementara itu, distribusi pemasangan oleh ISP tercatat: Telkom (147 desa), Telkomsat Starlink (78 desa), Telkomsel Indihome (152 desa), Telkomsel Orbit (131 desa), Icon+ (50 desa), Icon Starlink (23 desa), Comtelindo (84 desa), dan Bestcamp Starlink (69 desa).
Secara total, 734 desa telah terpasang jaringan dan 107 desa masih dalam proses pemasangan, dengan capaian keseluruhan 87 persen. Pemerintah menargetkan percepatan penyelesaian setelah evaluasi awal tahun mendatang. (adp)



