Jalan Mahulu Tetap Prioritas Meski Anggaran Terpangkas

SAMARINDA, jendelakaltim.id – Di tengah pemangkasan anggaran infrastruktur 2026, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memastikan, proyek pembangunan akses jalan menuju Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) tetap menjadi prioritas utama. Proyek ini dinilai sangat strategis untuk membuka isolasi wilayah pedalaman yang selama puluhan tahun hanya mengandalkan jalur sungai dan udara.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, mengatakan, meskipun banyak proyek harus ditunda, pembangunan jalan Mahulu tidak akan dihentikan. Pemprov tetap menyiapkan pendanaan melalui APBD dan dukungan dari pemerintah pusat.
“Untuk Mahulu masih ada anggarannya tahun depan Rp100 miliar. Kemudian dari kementerian kurang lebih Rp420 miliar,” ungkap Seno, Jumat (5/12/25).
Menurutnya, keberadaan jalan yang layak menuju Ujoh Bilang ke ibu kota Mahulu akan memberikan dampak luas, mulai dari distribusi logistik, efisiensi biaya transportasi, hingga mempercepat layanan kesehatan dan pendidikan.
Ia menegaskan, jalan mulus menuju Mahulu akan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di hulu Mahakam, yang selama ini menghadapi hambatan akses.
“Insya Allah akhir 2026 jalan di Mahakam Ulu sudah mulus. Sampai Ujoh Bilang,” ujarnya optimis.
Ia menilai proyek ini sebagai investasi jangka panjang yang tidak dapat ditunda, terutama karena fungsinya sebagai penghubung utama wilayah pedalaman. Keberlanjutan proyek Mahulu menjadi simbol komitmen pemerintah untuk memastikan pembangunan tidak hanya terpusat di perkotaan, tetapi menjangkau seluruh wilayah Kaltim. (adp)



